Pemain Netic Seleksi Jadi Timnas

Cibinong | Jurnal Bogor

Pesepakbola putri SMPN 3 Cibinong, alias Netic, bakal mengikuti seleksi jadi pemain timnas sepakbola wanita Indonesia U-14 di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Sabtu (28/3). Seperti disebutkan sebelumnya, Netic keluar sebagai kampiun Festival Sepakbola Wanita 2015 setelah di final mengalahkan SMPN 40 Bandung dengan skor 3-0. Pertandingan ini dalam rangka AFC Women’s Football Day di Stadion Persib, Minggu (8/3) lalu.

“Kami akan rapat dulu dengan orangtua siswa mengenai panggilan seleksi ini,” ujar Kepala Sekolah SMPN 3 Cibinong, Dedi Budi Sumardi, Rabu (25/3).

Pihak sekolah menyatakan bakal mengikutsertakan seluruh pemain Netic pada seleksi tersebut, sehingga Dhea dkk dapat bersaing jadi yang terbaik dengan tim dari daerah lain berebut tempat di skuad Garuda.

Asep Saepudin Sayyev

Pemain Netic Berharap Tampil di Hanoi

Cibinong | Jurnal Bogor

Sebanyak 12 pemain putri SMPN 3 Cibinong, alias Netic dipastikan mengikuti seleksi jadi pemain timnas sepakbola wanita Indonesia U-14 di Lapangan Progresif Bandung, Sabtu (28/3), bukan di Lapangan Lodaya seperti disebutkan sebelumnya. Pemain Netic pun berharap bisa tampil dalam AFC U-14 Girl’s Regional Championship, 20-28 Juni 2015 di Hanoi.

“Kami harapkan apa yang diinginkan anak kami tercapai. Kami mendukung apa yang dilakukannya,” ujar ibunda kapten Netic, Dhea Febrina Bangun, Anti Kurniati usai pertemuan dengan pihak sekolah, Kamis (26/3).

Harapan Anti tentunya mewakili pemain dan orangtua, meski jadi pemain sepakbola wanita itu masih sangat jarang di Indonesia. ”Kalau anak kami senang di sepakbola ya gak apa-apa, kami tetap dukung,” tandasnya.

Timnas sepakbola wanita Indonesia U-14, kini dibawah asuhan pelatih Rully Nere dengan asistennya Yopi Riwoe, yang bersiap menggelar training center (TC/pemusatan latihan)  setelah ujian semester pada 4-7 Mei mendatang. Sedangkan Netic dipanggil PSSI mengikuti seleksi setelah menjuarai Festival Sepakbola Wanita 2015 AFC Women’s Football Day di Stadion Persib, Minggu (8/3) lalu.

Menurut Koordinator Kelas Olahraga dan juga Pembina Netic, Teguh Hariyadi, pemain Netic memiliki peluang bisa jadi pemain timnas Indonesia U-14. ”Mohon doanya. Kami harapkan ada pemain Netic, ya kami tak tahu dalam prosesnya nanti apakah ada yang masuk atau tidak, tetapi peluang itu selalu ada,” kata dia.

Asep Saepudin Sayyev

Netic Kembangkan Model Back to Basic

Cibinong | Jurnal Bogor

Sukses tim sepakbola putri SMPN 3 Cibinong (Netic) yang keluar sebagai kampiun di Festival Sepakbola Wanita 2015 di Bandung, Minggu (8/3), telah menjadi buah bibir insan olahraga Jawa Barat, dan sekolah ini bisa jadi kiblat pengelola dasar olahraga di Kabupaten Bogor Bogor. Netic pun kini sedang bersiap-siap turun di Women Futsal Super League (WFSL) 2015 pertengahan April nanti.

Kesuksesan ini pun diakui Kepala Sekolah SMPN 3 Cibinong, Dedi Budi Sumari karena konsistensi Netic mengembangkan model back to basic dan pola pembinaan yang berkesinambungan. “Basic olahraga adalah atletik dan kami kembangkan itu sebagai modal awal untuk membangun kekuatan fisik anak-anak,” ujarnya, Senin (9/3).

Setelah kekuatan fisik terbangun, Netic menambah porsi teknik sesuai latar belakang dan keinginan yang ingin dicapai anak didiknya. Seperti halnya tim sepakbola atau futsal putri sebagian besar memiliki latar belakang atletik. “Kalau fisiknya sudah bagus, maka teknik bisa menyusul. Sebagus apapun teknik, tapi kalau fisiknya kurang maka tidak akan maksimal,” ungkap Budi. “Contohnya, Dhea (kapten tim sepakbola putri) awalnya taekwondo tetapi bisa di sepakbola karena fisiknya sudah bagus,” tandasnya lagi.

Disamping itu, Netic juga mengedepankan pembinaan mental agar anak-anak didiknya memiliki disiplin, tanggungjawab dan hal-hal positif lainnya seperti kemandirian. Lalu ada ikatan emosional yang terbangun meski anak tersebut melanjutkan sekolah ke SMA atau perguruan tinggi. Kemudian ada estafet dan transfer ilmu, misalnya, Maya Muharina Fajriah menjadi pelatih bagi juniornya setelah Maya mendapat bimbingan dari Teguh Hariyadi dan Anang Suryana.

Diakui Dedi Budi, semua proses pembinaan membutuhkan kesabaran dan keikhlasan karena proses itu membutuhkan biaya. Apalagi Netic kini masih terkendala dengan belum memiliki sarana latihan indoor. ”Mungkin potensi anak-anak bakal tergali lebih lagi karena latihan tak terganggu cuaca,” jelasnya. Asep Saepudin Sayyev

sumber: jurnal bogor

Netic Kampiun Sepakbola Wanita

Bandung | Jurnal Bogor

Tim sepakbola putri SMPN 3 Cibinong, alias Netic, keluar sebagai kampiun Festival Sepakbola Wanita 2015. Netic di final mengalahkan SMPN 40 Bandung dengan skor 3-0. Pertandingan dalam rangka AFC Women’s Football Day di Stadion Persib, Minggu (8/3), Netic hampir menyapu semua kemenangan dan hanya sekali draw saja di babak sebelumnya dengan SMPN 40 yang jadi lawannya di partai puncak.

Sementara di semifinal, Netic menang telak atas SMP Angkasa 3-0, sedangkan SMPN 40 Bandung mengalahkan SMPN 3 Margahayu dengan skor tipis 1-0. Lalu di laga final, sejak kick-off,  tim asal Kabupaten Bogor ini tampil menekan, hasilnya Yechika membawa timnya unggul 1-0 pada menit ke-4. Tiga menit kemudian, Netic menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui gol yang dicetak Nopi. Tertinggal dua gol, SMPN 40 Bandung berupaya membalas. Tetapi justeru menit ke-12, Netic malah unggul 3-0 setelah Nopi sukses mencetak gol keduanya. Kedudukan 3-0 untuk kemenangan Netic bertahan hingga peluit panjang.

Hasil ini disambut suka-cita para pemain dan ofisial, dimana sebagian dari mereka melakukan sujud syukur dan sebagian lagi berlari ke arah rekannya sebagai bentuk ekspresi kemenangan. Sebaliknya, para pemain SMPN 40 tertunduk lesu harus menerima kenyataan pahit. “Kemenangan ini patut kami syukuri. Anak-anak memiliki motivasi tinggi,” ujar Kepala Sekolah SMPN 3 Cibinong, Dedi Budi Sumardi,

dimana Netic menurunkan trio pelatih putri, yakni Maya Muharina, Maryati, dan Riri Junian Nella. ”Juara memang menjadi target kami,” sambung Maya, pelatih yang kini berlisensi 1 nasional dilansir Gnc. Sedangkan pelatih SMPN 40 Bandung, Sugeng Wardoyo mengakui lawannya secara kualitas lebih bagus. ”Cibinong mainnya bagus, mereka wajar unggul,” kata dia. Asep Saepudin Sayyev

Festival Sepakbola Wanita 2015

Grup A

1. SMPN 1 SOREANG

2. SMPN 40 BANDUNG

3. SMPN 20 BANDUNG

4. SMPN 3 CIBINONG

Grup B

1. SMPN 2 MARGAHAYU

2. SMP ANGKASA BANDUNG

3. SMPN 1 MAJALAYA

4. SMP KARYA PEMBANGUNAN

Hasil Pertandingan

SMPN 3 CIBINONG VS SMPN 20 BANDUNG    skor 2-1

SMPN 3 CIBINONG VS SMPN 1 SOREANG       skor 1-0

SMPN 3 CIBINONG VS SMPN 40 BANDUNG    skor 0-0

SMPN 3 CIBINONG VS SMP ANGKASA             skor 3-0

SMPN 3 CIBINONG VS SMPN 40 BANDUNG    skor 3-0

*) Sistem pertandingan setengah kompetisi

Pemain

1. Dhea Febrina Bangun

2. Yechika Chaerani Maria

3. Agitia Aulia Wandari

4. Kezia Paskalia Mononimbar

5. Putri Utami

6. Sherina

7. Nopi Ramadhan

8. Nanik Nengraeni

9. Nadza Gustiana

10. Irgilia Nur Salsabila

11. Christin Monalisa Simanungkalit

12. Nurya Sherly

Pelatih

1. Maya Muharina Fajriah

2. Maryati

3. Riri Junian Nella

Netic Kini Berstatus Badan Hukum

Klub futsal putri asal Cibinong, Kabupaten Bogor, Netic Ladies Futsal Club siap berlaga di Women Futsal Super League (WFSL) 2015. Netic yang saat ini sedang dalam proses verifikasi untuk berlaga di WFSL telah melengkapi salah satu persyaratan yakni dengan telah diurusnya status klub. “Kami sedang lengkapi semua persyaratan, termasuk membuat akta,” ujar pengurus Netic, Teguh Hariyadi, Rabu (4/3).

Upaya ini menindaklanjuti permintaan Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) mengenai klub liga pro tidak harus berbadan hukum, tapi cukup berstatus hukum. Liga ini nantinya akan disiarkan langsung MNC TV yang kick-off, 15 April.

“AFI sebenarnya cukup tahu jika klub tersebut memiliki status hukum, tidak perlu berbentuk badan hukum,” jelas Sekjen AFI, Edi Prasetyo dalam manager meeting dilansir Bolalob di MNC Tower, Selasa (3/3).

“Kami hanya ingin jika ada masalah dikemudian hari, semisal dualisme kepengurusan, AFI akan melihat awal dari status hukum klub tersebut berdasarkan akta yang ada,” lanjutnya. “AFI juga tidak ingin menyusahkan, klub cukup daftarkan saja kepada notaris tidak perlu berbentuk PT. Bentuk yang paling sederhana juga seperti Organisasi kemasyarakatan sudah cukup.”

Liga ini nanti akan digelar di limakota dengan empat seri dan satu untuk final four. Kota penyelenggara yang saat ini disiapkan adalah Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Jogjakarta. Namun, semuanya dapat berubah jika ada klub yang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah. WFSL sendiri diikuti 8 klub yang telah mendaftar.

sumber: Asep Saepudin Sayyev (jurnal bogor)

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.488 pengikut lainnya.