LOGO KELAS OLAHRAGA KAB. BOGOR

Logo kelas olahraga SMP Negeri 3 Cibinong dan SMA Negeri 3 Cibinong (Kelas Olahraga Kabupaten Bogor)

Netic Ladies FC

Sejumlah benih muda futsal perempuan negeri ini berasal dari sebuah SMP negeri di Cibinong, Jawa Barat. Siapakah mereka yang bertekad masuk ke tim futsal nasional ini?
Siang itu, sekitar sepuluh remaja perempuan melakukan pemanasan di lapangan futsal Keradenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Begitu instruksi diberikan, anggota tim Netic sigap membentuk formasi barisan dan mulai berlari mengitari lapangan. Merekalah tim futsal putri SMP Negeri 3 Cibinong. Setiap hari selepas sekolah, mereka berlatih futsal selama dua hingga tiga jam.
Usia mereka baru belasan tahun. Tapi, prestasi klub futsal putri ini sudah terdengar hingga tingkat Provinsi. Aneka lawan sudah dilibas, dari tingkat SMA sampai perguruan tinggi dari kota besar.
Latihan keras
Menurut pelatih tim sekaligus bekas wasit futsal Asosiasi Sepakbola Dunia FIFA, Anang Suryana, tim ini unggul karena latihan keras dan membina gerak dasar atletik sejak dini. “Kita bina, kakinya diangkat, lutut dikedepankan. Kan jaraknya akan jauh. Jadi orang lain melakukan langkah tiga kali, kita hanya dua kali, sehingga bermain lama lebih tahan,” cerita Anang.
Sekarang mereka di atas rata-rata untuk seusia mereka, lanjutnya.
Tak hanya teknik, anak-anak juga dilatih ketahanan fisik. Untuk mencapai teknik yang baik, fisik juga harus baik, ujar pelatih Nur Aini. “Kita punya tes parameter untuk menentukan, karena usia 11-13 tahun ada tes parameternya. Kalau tes daya tahan itu lari, kekuatan core yaitu kekuatan perut, pangkal paha, dan punggung,” jelasnya. Tujuannya ke situ.
Semua anggota tim futsal putri ini berasal dari Kelas Olahraga, kelas khusus bagi anak-anak yang berbakat di bidang olahraga. Kelas ini digagas Dinas Pendidikan Jawa Barat pada 2008 sebagai salah satu proyek percontohan Kelas Olahraga.
Hak pendidikan
Selain futsal, juga ada cabang atletik, kempo, dan panahan. Kata Wali Kelas Olahraga SMPN 3 Cibinong, Teguh Hariyadi, Kelas Olahraga dibuat untuk memastikan atlet muda mendapatkan hak pendidikan mereka.
Banyak atlet-atlet berbakat tidak terlayani sekolahnya. “Selama ini, kalau ada anak izin untuk bertanding atau berlatih, susah izin ke sekolah, maka kita bentuk konsep Kelas Olahraga,” jelas Teguh.
Fasilitasnya selain mereka harus berlatih, mereka juga mendapatkan fasilitas pelayanan bimbingan belajar. Jadi program latihan itu tetap dilaksanakan. “Pagi boleh, sore boleh, siang boleh,” lanjut Teguh.
Saat ketinggalan pelajaran, maka tugas guru bimbingan belajar untuk menambah jam pelajaran yang tertinggal.

MENGINTIP PERSIAPAN ATLET BOGOR MENUJU SEA GAMES XXVI; SELANGKAH LAGI MENUJU PUNCAK

Jarang sekali remaja putri yang menggemari cabang olahraga futsal, apalagi jika ia sampai meretas prestasi gemilang. Tapi anggapan itu tak berlaku bagi siswi SMP Negeri 3 Cibinong, Maya Muharina Fajriah.

LAPORAN: JULVAHMI | BIMO TEGAR | ASEP SAEPUDIN

Sekitar 166 atlet dari duapuluh cabang olahraga diproyeksikan turun di ajang bergengsi, SEA Games XXVI, November 2011. Mereka dinyatakan telah lulus Diklat Pembentukan Karakter di Pusdik Passus Batujajar, Bandung.
Para atlet dari cabang olahraga basket, futsal, berkuda, karate, taekwondo dan panjat tebing itu tengah menempa diri agar mampu mendulang emas dalam ajang prestisius itu.
Salahsatunya, atlet futsal dari Kabupaten Bogor, Maya Muharina Fajriah. Membela mati-matian skuad timnas futsal putri Indonesia memang sudah menjadi cita-citanya.
Padahal, srikandi belia itu masih duduk di bangku kelas 3, tapi pesona dan peluangnya untuk meraih kemenangan saat berlaga dengan mengenakan kaus Merah Putih nanti terbuka lebar.
Pelatih Maya di SMPN 3 Cibinong, Anang Suryana mengaku bangga melihat prestasi anak asuhnya itu. “Saya bangga melihat Maya yang benar-benar masuk timnas,” kata Anang kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Lantas apa kata Maya? “Saya suka futsal sejak SD,” ucap Maya saat dijumpai di sela-sela latihan lari di Stadion Pajajaran. Ia berpeluh, nafasnya sedikit tersengal, tapi sepasang kaki mungilnya masih sanggup terus berlari.
Ia memang tangguh. Saat tampil di Kejuaraan Menpora dan Piala Bupati di SMK PGRI I Cibinong, timnya menyabet juara. Begitu pula saat turun di Liga Futsal, Maya dan rekan-rekanya menduduki tahta tertinggi, setelah mengalahkan SMA Negeri 7 Kota Bogor. “Saya cetak 22 gol saat itu,” tandasnya. Yang menarik, Maya juga memiliki talenta pada cabang olahraga atletik, terutama nomor lari 400 meter dan lompat jauh. “Keduanya bisa dijalankan beriringan,” kata dara kelahiran Bogor, 19 Mei 1996 itu, tersenyum.
Saat turun di cabang atletik, Maya menyabet emas Kejuaraan Atletik Tingkat Pelajar antar SD dan SMP se-Kabupaten Bogor dalam rangka Hari Jadi Bogor ke-527. Ia meraih kemenangan di dua nomor itu, lari 400 meter dan lompat jauh.
Karena sumbangan medali emas dari Maya itu, SMP Negeri 3 Cibinong waktu itu meraih juara umum dengan 8 emas dari 12 emas yang diperebutkan. Sederet prestasi tersebut menjadi bekal baginya saat ditantang atlet-atlet dari segala penjuru Asia Tenggara.

http://www.jurnalbogor.com

SMPN 3 Cibinong siapkan keikutsertaan 10K

Kelas olahraga SMPN 3 Cibinong dan SMAN 3 Cibinong akan turun pada event olah raga “Cibinong 10K” level nasional akan digelar Pengcab Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pasi) Kabupaten Bogor.
“kita akan menurunkan 160 Siswa kelas olahraga untuk kategori pelajar” kata anang di sela – sela kegiatan workshop keolahragaan di bilabong.
kegiatan sengaja di ikutkan untuk menambah daya stamina siswa dan menjajal kemampuan siswa di cabang atletik.
“semoga ada siswa kita ada yang menang pada event tersebut” sambungnya lagi.

Juara Baru Lahir

Bogor – Kejuaran futsal bergengsi Gamagudabo Cup Corsa 2011 antar pelajar se-Bogor Raya telah usai dan berhasil melahirkan juara baru untuk tingkat SMP, futsal putri dan SMA. Turnamen yang telah berjalan sejak 26 September hingga 8 Oktober di GOR Padjadjaran Bogor, Sabtu malam kemarin, menetapkan SMA Plus Bina Bangsa Sejahtera (BBS) Bogor menjadi juara I tingkat SMA, SMP Tunas Bangsa Cibinong juara I tingkat SMP, dan SMAN 3 Cibinong juara I tingkat futsal putri.
Bukan hanya itu, para juara juga telah berhasil membuktikan kerja jeras dan usahanya dalam meraih sebuah prestasi. Selain lahirnya juara baru, lahir juga para pemain terbaik dan top skor dari tiap-tiap tingkatannya.
Untuk pemain terbaik tingkat SMA jatuh Pada Rezki SMA BBS Bogor, tingkat SMP jatuh pada Floriano SMP Budi Mulya Bogor, dan tingkat futsal putri jatuh pada Galuh SMPN 3 Cibinong.
Sedangkan untuk top skor tingkat SMA jatuh pada Faisal SMA PGRI 3 Bogor, tingkat SMP Nobel SMP Budi Mulya Bogor, dan tingkat futsal putri jatuh pada Maryati SMAN 3 Cibinong.
Perjuangan yang diperlihatkan 68 tim yang mengikuti Gamagudabo Cup Corsa 2011 patut diacungi jempol. Begaimana tidak. Selain mendulang prestasi gemilang, para peserta juga menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Tim-tim yang menjadi juara di Gamagudabo Cup 2010 sudah berhasil membuktikan prestasi dan perjuangannya selama turmamen. Mereka pantas menjadi juara berkat kerja kerasnya dan sportifitasnya,” ujar Ketua Panitia Gamagudabo Cup Corsa 2011, Jaka Mochamad Ihsan kepada Jurnal Bogor, Sabtu (8/10) malam.
Jaka mengatakan, dirinya begitu bangga kepada seluruh peserta Gamagudabo Cup Corsa 2011, terlebih untuk para juara. “Selamat kepada para juara dan peraih pemain terbaik serta top skor. Semoga prestasi yang sudah diraih kali ini harus ditingkatkan lagi untuk kedepannya,” tandasnya.
http://www.jurnalbogor.com

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.488 pengikut lainnya.