Netic Jadi Model di Kebumen

Menangi Eksebisi dan Juara di JIS Soccer Tournament

Kebumen – Tim futsal putri asal Kabupaten Bogor, Netic Ladies Futsal Club dari SMP dan SMA Negeri 3 Cibinong disambut hangat publik Kebumen. Sambutan luar biasa itu setelah Netic menampilkan permainan menarik dan memenangkan seluruh laga pada eksebisi futsal putri dimana Netic turun atas undangan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Netic dijadikan model percontohan proses pembinaan yang berhasil.
“Permainannya sudah sedemikian matang. Ini akan kami jadikan tolok ukur pembinaan disini,” ujar pembina futsal sekaligus guru olahraga SMAN 2 Kebumen, Tri Ngudi Prasetyo melalui ponselnya, Minggu (20/11).
Diakui Tri, Kebumen yang sedang melakukan program sosialisasi futsal putri mesti belajar banyak. Tim futsal putri Kebumen yang sudah melakukan persiapan dibabat habis Netic dengan skor telak yakni SMAN 2 Kebumen kalah 0-8, gabungan SMA seKebumen kalah 0-12 dan SMPN 2 Karanganyar kalah 1-6. SMPN dan SMAN 2 merupakan tim futsal kelas olahraga Kabupaten Kebumen. “Putrinya sedang kami bangun, kalau putranya sudah bagus,” jelasnya.
Pelatih Anang Suryana pada eksebisi yang bertolak dari Cibinong pada 8-11 November lalu, membawa 10 pemainnya yaitu Riri Junian Nela, Rizki Widya Wulansari, Maryati, Eni Rianti, Dewi Suhartina, Galuh Chandra Kirana, Eva Nurhasanah, Julia Septiani, Larasati dan Usbah Rokatul Ade. “Mereka tampil luar biasa. Ini buah dari kerja keras,” ungkap Anang yang berhasil mencetak satu pemainnya yaitu Maya Muharina tampil di SEA Games XXVI/2011.
Ketua Pelaksana Kelas Olahraga Kabupaten Bogor, Teguh Hariyadi juga memetik hikmah dari Kebumen. Diakuinya, daerah ini memiliki pembinaan yang bagus terlihat dengan banyaknya turnamen futsal. “Netic telah dicoba di level umurnya dan sekarang ini masih bagus. Mudah-mudahan ke depannya juga demikian,” kata dia.
Sementara sepulang dari Kebumen, Netic meraih juara pertama dan kedua even sepakbola mini masing-masing di KU-13 dan 15 pada Jakarta International School (JIS) Soccer Tournament di Jakarta, Jumat (18/11).
Netic mendapat undangan khusus bertanding dengan 12 peserta sekolah internasional diantaranya, tuan rumah JIS, Swa International School, Global Jakarta International School dan Sekolah Jerman. Di final, Netic mengalahkan JIS 1-0 di KU-13 dan kalah 0-2 di KU-15.

 

— Jurnal bogor —

NLFC tour the java

Perjalanan Netic Ladies Futsal Club (NLFC) memenuhi undangan pemerintah kabupaten Kebumen untuk melakukan pertandingan ujicoba dengan SMAN 2 Kebumen, SMPN 2 Karanganya dan Kebumen selection, terlaksana dengan sukses.

perjalanan yang melelahkan itu menghasilkan beberapa pengalaman untuk NLFC dan calon lawan, tujuan keberangkatan Netic Ladies Fc ke Kebumen untuk melakukan uji coba dan pembinaan futsal putri yang sudah mulai marak tiap daerah.

dalam ujicoba tersebut tim Netic Ladies menang telak 8-0 melawan Kelas Olahraga SMAN 2 Kebumen,  selanjutnya pertandingan melawan Tim Kabupaten Kebumen menang 12 – 0, daagenda hari ini Netic ladies akan menyambangi kelas olahraga SMPN 2 Karanganya Kebumen, dan akan beruji coba dengan tim Futsal Putri disana.

 

-Admin-

Police Goes to School

CIBINONG–Untuk lebih mendekatkan diri dengan siswa, Polres Bogor menggelar upacara bendera di SMPN 3 Cibinong, Senin (31/10). Kegiatan itu merupakan rangkaian Police Goes to School yang rutin dilaksanakan seminggu sekali di tiap sekolah di Kabupaten Bogor.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Bogor, Ipda Erwin Riswandi. Dalam sambutannya, Ipda Erwin menekankan tentang disiplin pribadi. Meliputi kebersihan, tepat waktu dalam belajar maupun dan tindakan lainnya.

Ia menekankan siswa untuk mengantisipasi penyalah gunaan narkoba. ”Sehingga kenakalan remaja bisa di antisipasi. Mulai saat ini jalin pertemanan yang baik antar sesama,” terang Ipda Erwin.

Dalam kegiatan itu pula, ia menekankan tentang etika tertib berlalu lintas. Itu sesuai dengan memorandum of understanding (MoU) antara Kapolres Bogor dengan Bupati Bogor mengenai program pengembangan kurikulum keselamatan lalulintas.

“Selain itu, kami mengimbau agar siswa bisa memaknai peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011, dengan kegiatan positif,” terangnya.(sal)

http://www.radar-bogor.co.id/

Kyokusin Siap Jadi Cabor Baru

CIBINONG- Seni beladiri tangan kosong Kyokusin memang tak pernah diakui PB Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki). Karena, olahraga tersebut dinilai ekstrem karena tidak menggunakan body protector.

Padahal. potensi Kyokusin di Indonesia cukup baik. Buktinya, NKRI menempati ranking empat Asia dalam turnamen di Filipina.

Selain itu, atlet cabang tersebut sering berlaga di ajang internasional. Seperti, Gusat Alexander asal Bali yang turun di World Open Kyokusin Tournament di Jepang pada 4 hingga 6 November mendatang.

Hal ini membuat Ketua Kyokusin Jawa Barat (Jabar), Muslihudin ingin mengembangkan ilmu beladiri ini agar dapat diterima sebagai cabang olahraga (cabor) baru. Khususnya di Kabupaten Bogor, yang memiliki 18 dojo dan dihuni 600 siswa.

“Saya ingin KONI pusat merestui kami untuk menjadi cabor baru, tapi terganjal oleh Forki. Kami mau bergabung tidak bisa, mau berdiri sendiri juga diragukan apakah akan berkembang.

Padahal perkembangan Kyokusin lebih cepat dari karate. Jika pusat merestui, daerah pun akan demikian,” jelasnya kepada Radar Bogor, kemarin. Menurut Muslihudin, Kabupaten Bogor mempunyai potensi besar yang bisa digali.

Sebab, Tegar Beriman pernah dua kali beturut-turut menjuarai kejurnas. Di antaranya, turnamen Anugerah Indah Cup Bali 2009 dan piala Haji Sugeng Pramono Cup I di Spot Mall Kelapa Gading. ”Kyokusin potensinya sangat baik, jadi sayang kalau KONI pusat dan daerah tak mau mengakui keberadaannya. Padahal olahraga ini sudah ada sejak 1992, khususnya di Kabupaten Bogor,” ungkap dia.

Sementara itu, Humas Kyokusin, Teguh Haryadi menegaskan, sebenarnya bentuk dukungan terhadap keberadaan olahraga ini sudah mengalir deras.

“Dukungan sudah banyak, makanya kami mau mengajukan ke KONI pusat agar bisa menjadi cabor baru. Bahkan 400 siswa kelas olahraga sudah masuk anggota Kyokusin semua,” papar pria yang juga menjabat Manajer Kelas Olahraga Kabupaten Bogor ini.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua KONI Kabupaten Bogor, Albert Pribadi menuturkan, ia bukannya tidak mendukung kelahiran Kyokusin sebagai cabor baru. Namun, itu semua harus mendapat persetujuan dari KONI pusat. Setelah itu, barulah pengurus daerah akan menjalankan sesuai instruksi.

”Kami mendukung saja, asal ada surat rekomendasi dari pusat. Dengan kata lain, Kyokusin harus diakui dulu oleh pusat,” pungkasnya.(fdy)

http://www.radar-bogor.co.id

Kabupaten Bogor All Final

Bandung – Dua atlet squash Kabupaten Bogor asal kelas olahraga SMPN 3 Cibinong tampil di final pada Kejuaraan Squash Walikota Cup / HUT Squash Bastaman – Lodaya IV di Bandung, Minggu (30/10). Keduanya adalah Asya Annisa dan Adetia Noveliani yang tampil derby pada nomor bowl 13 putri. Asya alias Cia, mampu memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 (7-11, 11-9 dan 11-8.
“Saya senang bisa memenangkan ini dan kami berdua baru ikut kompetisi,” ucap Cia yang mengaku kali pertama dia turun di even squash.
Cia pada babak semifinal menyingkirkan atlet Kota Bandung, sedangkan Adetia alias Tia juga mampu menang saat menghadapi Kabupaten Bandung. Keduanya merupakan atlet binaan Persatuan Squash Indonesia (PSI) Kabupaten Bogor dibawah asuhan pelatih Hendrik. “Akan dijadikan pengalaman berharga bagi saya,” sahut Tia.
Ketua Harian PSI Kabupaten Bogor, R.H Oetje Soebagdja mengaku bangga, cabang squash memiliki generasi baru yang potensial. Diakuinya siswi kelas 7 di SMP itu mampu tampil bagus dan even perdananya itu bisa mengangkat konfidensi atlet belia tersebut. “Squah memiliki atlet muda yang sekarang kami persiapkan. Bersyukur sekali mereka menang,” kata dia.
Pada Kejuaraan Squash Walikota Cup / HUT Squash Bastaman – Lodaya IV, tim Kabupaten Bogor turun 5 orang. Namun ketiga rekannya yaitu Farhan Aldiansyah dan Irhas Yazid Bustomi (SMPN 4 Cibinong) gagal. Begitu juga dengan Dika Pratama (SMPN 3 Cibinong). Bagi PSI hal itu tak masalah karena mereka sedang diberi jam terbang dan tidak terus latihan di Gedung Squah Karadenan.
“Kualitas permainan lawan bagus. Di babak awal ketiganya bertemu Palembang, Cianjur dan Jawa Tengah. Lalu Irhas menghadapi lagi Sumatra Selatan. Namun memang hanya tim putrinya saja yang masih bisa bersaing dan untuk putranya masih perlu pembenahan lagi,” ungkap Oetje.

http://www.jurnalbogor.com

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.527 pengikut lainnya