Monthly Archives: Oktober 2011

LIPIO CAMP 2011 Dibuka Ketua Umum PSSI

KETUA Umum PSSI Djohar Arifin Husin akan membuka ajang seleksi pemanduan bakat LIPIO CAMP 2011 kelanjutan Liga Pendidikan Indonesia Piala Presiden di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Senin, 31 Oktober 2011. 99 peserta diseleksi untuk menghasilkan 4 pemain terbaik yang mendapat beasiswa penuh untuk belajar sepakbola di Madrid, Spanyol, selain seleksi untuk kebutuhan melapis pemain Timnas U-15.

Menurut Ketua Kepanitiaan Nasional Liga Pendidikan, Toho Cholik Mutochir, ajang LIPIO CAMP 2011 yang berlangsung 31 Oktober – 6 Nopember 2011 ini, memang diikuti pemain-pemain muda terbaik yang disaring dari hasil kompetisi Liga Pendidikan Indonesia tahun pembinaan 2010-2011.

“Bibit-bibit muda yang dihasilkan liga ini, kita harapkan akan menjadi pemain-pemain terbaik nantinya,” ujar Toho Cholik Mutochir kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 28 Oktober 2011.

dari 99 siswa yang mengikuti seleksi tersebut terdapat nama Gilang Ramadhan siswa kelas olahraga SMPN 3  Cibinong Kab Bogor, gilang harus memperebutkan 1 dari 4 tiket menuju madrid.

Gilang termasuk salah satu top score di event Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Kabupaten Bogor,  selain 4 tiket ke madrid, seleksi ini juga memperebutkan bea siswa untuk 8 orang untuk belajar di SMA.

Hasil lomba lari Marathon “Cibinong 10K”

Cibinong - Lomba lari maraton Cibinong 10 K 2011 yang dibuka Wakil Bupati Karyawan Fathurachman di Jalan Tegar Beriman, Sabtu (29/10) pagi, untuk kategori umum putra tingkat nasional dipegang atlet nasional I Gede Karangasem dari Secapa TNI AD, Jabar. I Gede menyisihkan Ferdi Irianto dari Maluku dengan catatan waktu 32.24 detik. Sedangkan di kategori umum putri nasional, Supiati Sutono dari Jabar juga unggul dan mengalahkan Unik dari Jateng.
Pelajar asal Kota Bogor, Deker A dari SMAN 1 Bogor masih beruntung meraih posisi peringkat ke-3  pada kategori pelajar nasional. Deker belum mampu menyisihkan Hamid Soiman dari Salatiga, diikuti peringkat ke-2 oleh Tri Sutrisno asal Cepu. Salatiga kemudian berjaya di nomor pelajar putri nasional yang menyabet peringakat kedua dan ketiga masing-masing oleh Novina dan Setiasih.
Sementara dominasi diperlihatkan pelajar asal SMAN dan SMPN 3 Cibinong yang menjadi juara di nomor pelajar putra dan putri tingkat Kabupaten Bogor. Rifai dan Lady Julia menyandingkan dua gelar sekaligus. Rifai juga diikuti rekannya Wawan yang meraih ke-2, dan Dani (ke-4), serta peringkat dibawahnya hingga ke-10 masih dari kedua sekolah itu.
Hanya saja pergeseran terjadi saat Maryati turun ke peringkat dua. Maryati yang tahun sebelumnya meraih juara diganti Lady. Untuk peringkat ketiga oleh Dea Meida dari Kabupaten Bogor. Menariknya lagi di kategori umum putra tingkat Kabupaten Bogor, peserta dari kesatuan Yon Bek Ang, Cibinong menyapu peringkat pertama, kedua dan ketiga yang masing-masing diraih Dwi Junarko, Eko Yuli dan Haerudin. Begitu juga di kategori umum putri dari Kabupaten Bogor, secara berurutan Fauzia Kanza dan Evi Irawati menempati peringkat pertama dan kedua.
“Hasilnya sudah merata dan kemampuan peserta lokal juga sudah cukup meningkat,” jelas Ketua Panitia Cibinong 10 K, Yadi Mulyadi. Hadiah juara dibagikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Dadang Irfan, Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor Albert Pribadi, didampingi Ketua KNPI Kabupaten Bogor Farid Ma’ruf.

LOGO KELAS OLAHRAGA KAB. BOGOR

Logo kelas olahraga SMP Negeri 3 Cibinong dan SMA Negeri 3 Cibinong (Kelas Olahraga Kabupaten Bogor)

Netic Ladies FC

Sejumlah benih muda futsal perempuan negeri ini berasal dari sebuah SMP negeri di Cibinong, Jawa Barat. Siapakah mereka yang bertekad masuk ke tim futsal nasional ini?
Siang itu, sekitar sepuluh remaja perempuan melakukan pemanasan di lapangan futsal Keradenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Begitu instruksi diberikan, anggota tim Netic sigap membentuk formasi barisan dan mulai berlari mengitari lapangan. Merekalah tim futsal putri SMP Negeri 3 Cibinong. Setiap hari selepas sekolah, mereka berlatih futsal selama dua hingga tiga jam.
Usia mereka baru belasan tahun. Tapi, prestasi klub futsal putri ini sudah terdengar hingga tingkat Provinsi. Aneka lawan sudah dilibas, dari tingkat SMA sampai perguruan tinggi dari kota besar.
Latihan keras
Menurut pelatih tim sekaligus bekas wasit futsal Asosiasi Sepakbola Dunia FIFA, Anang Suryana, tim ini unggul karena latihan keras dan membina gerak dasar atletik sejak dini. “Kita bina, kakinya diangkat, lutut dikedepankan. Kan jaraknya akan jauh. Jadi orang lain melakukan langkah tiga kali, kita hanya dua kali, sehingga bermain lama lebih tahan,” cerita Anang.
Sekarang mereka di atas rata-rata untuk seusia mereka, lanjutnya.
Tak hanya teknik, anak-anak juga dilatih ketahanan fisik. Untuk mencapai teknik yang baik, fisik juga harus baik, ujar pelatih Nur Aini. “Kita punya tes parameter untuk menentukan, karena usia 11-13 tahun ada tes parameternya. Kalau tes daya tahan itu lari, kekuatan core yaitu kekuatan perut, pangkal paha, dan punggung,” jelasnya. Tujuannya ke situ.
Semua anggota tim futsal putri ini berasal dari Kelas Olahraga, kelas khusus bagi anak-anak yang berbakat di bidang olahraga. Kelas ini digagas Dinas Pendidikan Jawa Barat pada 2008 sebagai salah satu proyek percontohan Kelas Olahraga.
Hak pendidikan
Selain futsal, juga ada cabang atletik, kempo, dan panahan. Kata Wali Kelas Olahraga SMPN 3 Cibinong, Teguh Hariyadi, Kelas Olahraga dibuat untuk memastikan atlet muda mendapatkan hak pendidikan mereka.
Banyak atlet-atlet berbakat tidak terlayani sekolahnya. “Selama ini, kalau ada anak izin untuk bertanding atau berlatih, susah izin ke sekolah, maka kita bentuk konsep Kelas Olahraga,” jelas Teguh.
Fasilitasnya selain mereka harus berlatih, mereka juga mendapatkan fasilitas pelayanan bimbingan belajar. Jadi program latihan itu tetap dilaksanakan. “Pagi boleh, sore boleh, siang boleh,” lanjut Teguh.
Saat ketinggalan pelajaran, maka tugas guru bimbingan belajar untuk menambah jam pelajaran yang tertinggal.

MENGINTIP PERSIAPAN ATLET BOGOR MENUJU SEA GAMES XXVI; SELANGKAH LAGI MENUJU PUNCAK

Jarang sekali remaja putri yang menggemari cabang olahraga futsal, apalagi jika ia sampai meretas prestasi gemilang. Tapi anggapan itu tak berlaku bagi siswi SMP Negeri 3 Cibinong, Maya Muharina Fajriah.

LAPORAN: JULVAHMI | BIMO TEGAR | ASEP SAEPUDIN

Sekitar 166 atlet dari duapuluh cabang olahraga diproyeksikan turun di ajang bergengsi, SEA Games XXVI, November 2011. Mereka dinyatakan telah lulus Diklat Pembentukan Karakter di Pusdik Passus Batujajar, Bandung.
Para atlet dari cabang olahraga basket, futsal, berkuda, karate, taekwondo dan panjat tebing itu tengah menempa diri agar mampu mendulang emas dalam ajang prestisius itu.
Salahsatunya, atlet futsal dari Kabupaten Bogor, Maya Muharina Fajriah. Membela mati-matian skuad timnas futsal putri Indonesia memang sudah menjadi cita-citanya.
Padahal, srikandi belia itu masih duduk di bangku kelas 3, tapi pesona dan peluangnya untuk meraih kemenangan saat berlaga dengan mengenakan kaus Merah Putih nanti terbuka lebar.
Pelatih Maya di SMPN 3 Cibinong, Anang Suryana mengaku bangga melihat prestasi anak asuhnya itu. “Saya bangga melihat Maya yang benar-benar masuk timnas,” kata Anang kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Lantas apa kata Maya? “Saya suka futsal sejak SD,” ucap Maya saat dijumpai di sela-sela latihan lari di Stadion Pajajaran. Ia berpeluh, nafasnya sedikit tersengal, tapi sepasang kaki mungilnya masih sanggup terus berlari.
Ia memang tangguh. Saat tampil di Kejuaraan Menpora dan Piala Bupati di SMK PGRI I Cibinong, timnya menyabet juara. Begitu pula saat turun di Liga Futsal, Maya dan rekan-rekanya menduduki tahta tertinggi, setelah mengalahkan SMA Negeri 7 Kota Bogor. “Saya cetak 22 gol saat itu,” tandasnya. Yang menarik, Maya juga memiliki talenta pada cabang olahraga atletik, terutama nomor lari 400 meter dan lompat jauh. “Keduanya bisa dijalankan beriringan,” kata dara kelahiran Bogor, 19 Mei 1996 itu, tersenyum.
Saat turun di cabang atletik, Maya menyabet emas Kejuaraan Atletik Tingkat Pelajar antar SD dan SMP se-Kabupaten Bogor dalam rangka Hari Jadi Bogor ke-527. Ia meraih kemenangan di dua nomor itu, lari 400 meter dan lompat jauh.
Karena sumbangan medali emas dari Maya itu, SMP Negeri 3 Cibinong waktu itu meraih juara umum dengan 8 emas dari 12 emas yang diperebutkan. Sederet prestasi tersebut menjadi bekal baginya saat ditantang atlet-atlet dari segala penjuru Asia Tenggara.

http://www.jurnalbogor.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.225 pengikut lainnya.